
Emas bertahan stabil mendekati rekor tertinggi pada hari Kamis(2/10), karena meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga AS lebih lanjut tahun ini dan ketidakpastian politik akibat penutupan pemerintah AS yang kontroversial mendorong permintaan logam tersebut.
Emas spot naik 0,2% menjadi $3.865,73 per ons pada pukul 08.10 GMT, turun dari rekor tertinggi sepanjang masa hari Rabu di $3.895,09. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,2% menjadi $3.890,80. Indeks dolar AS sedikit melemah mendekati level terendah satu minggu yang dicapai pada hari Rabu.
Data menunjukkan pada hari Rabu bahwa jumlah lapangan kerja swasta AS turun 32.000 pada bulan September setelah penurunan 3.000 pada bulan Agustus yang direvisi turun. "Secara keseluruhan, dolar yang melemah, data ekonomi yang lemah seperti yang disorot dalam laporan ADP kemarin, dan penutupan pemerintah terus menarik permintaan dari investor yang ingin mengikuti momentum tersebut," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.
Pemerintah AS telah menutup sebagian besar operasinya, yang berpotensi membahayakan ribuan lapangan kerja federal, dan kemungkinan menunda rilis indikator ekonomi, termasuk laporan utama penggajian non-pertanian (NFP) yang akan dirilis Jumat. Para pedagang memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) bulan ini hampir pasti, menurut perangkat CME FedWatch.
Emas, yang dipandang sebagai aset safe haven selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi, tumbuh subur dalam lingkungan suku bunga rendah. Emas tetap menjadi rekomendasi komoditas jangka panjang dengan keyakinan tertinggi dari Goldman Sachs, demikian pernyataan bank tersebut dalam sebuah catatan pada hari Rabu. "Risiko kenaikan terhadap proyeksi harga emas kami di $4.000/oz pada pertengahan 2026 dan $4.300/oz pada Desember 2026 semakin meningkat karena posisi spekulatif dan kejutan kenaikan yang besar pada kepemilikan ETF Barat," tambah Goldman Sachs.
SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, menyatakan kepemilikannya naik 0,59% dari Selasa menjadi 1.018,89 metrik ton pada hari Rabu, tertinggi sejak Juli 2022. Di tempat lain, perak spot naik 0,2% menjadi $47,41 per ons, platinum naik 1,2% menjadi $1.575,06, dan paladium naik 1,7% menjadi $1.265,75.(alg)
Sumber: Reuters
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...
Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...
Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...